Support From West Melanesia Independence For Free West Papua, Maluku, and Flores. Diberdayakan oleh Blogger.
Hai, Anak Muda Melanesia Barat, Membaca & Menulislah ! " Jika umurmu Tak Sepanjang Umur Bumi, Sambunglah Dengan Tulisan " !
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Version. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Version. Tampilkan semua postingan

, , , , , , , ,

Ghana, Afrika Barat Untuk West Papua

Salam untuk semua, dari Ghana, Afrika Barat Untuk West Papua

Greetings to all, from Ghana, West Africa. We are working on a freedom song for West Papua and we want ten musicians from different counties to be part of this project.Send an email to starblackfoundation@yahoo.com. if you are are a musician interested in the project. — with Jay Steve, Cheikh Amma Diop, Chele Greco, Peter A Hewitt, Kush Kemetic and Jonathan Grech
Free West Papua Campaign

Salam untuk semua, dari Ghana, Afrika Barat. Kami sedang bekerja pada sebuah lagu kebebasan bagi Papua Barat dan kami ingin sepuluh musisi dari negara yang berbeda untuk menjadi bagian dari ini project.Send email ke starblackfoundation@yahoo.com. jika Anda adalah seorang musisi yang tertarik dalam proyek. - Dengan Jay Steve, Cheikh Amar Diop, Chele Greco, Peter A Hewitt, Kush Kemet dan Jonathan Grech

Selamat datang di Melanesia Barat ! Melanesia adalah tempat khusus di Pasifik yang memiliki sesuatu untuk semua orang. Kaya akan sumber daya dan dengan banyaknya orang yang kaya dan beragam budaya, adat istiadat, ritual, mitos dan legenda, negara-negara Melanesia yang layak dikunjungi.
Publisher: Unknown - 07.55
, , , , , , , ,

Janganlah jadikan wajahmu berpoteng dibalik ras Melanesia

Selamat datang di Melanesia Barat ! Melanesia adalah tempat khusus di Pasifik yang memiliki sesuatu untuk semua orang. Kaya akan sumber daya dan dengan banyaknya orang yang kaya dan beragam budaya, adat istiadat, ritual, mitos dan legenda, negara-negara Melanesia yang layak dikunjungi.

SESUNGGUHNYA, ORANG PAPUA ADALAH RAS MELANESIA

Janganlah jadikan wajahmu berpoteng dibalik ras Melanesia

Penulis, Donatus Bidaipouga Mote.
YOGYA. TIMIPOTU NEWS. Kalau kita melihat dengan hati yang murni dan mata yang jernih dari pandangan Agama, sesungguhnya kita orang Papua yang ber-ras Melanesia ini telah diciptakan oleh ALLAH dan telah di tempat di atas tanah Papua. Allah tidak hanya menciptakan dan menempatkan kita manusia Papua di atas bumi Papua hanya begitu saja tetapi Allah telah membentukkan diri dan karakter manusia Papua sesuai dengan bentuk alam yang ada di Papua seperti “gurung-gunung telah melambangkan bahwa orang Papua mempunyai keinginan yang tinggi untuk hidup bebas, lembah-lembah menunjukan bahwa orang Papua mempunyai kesabaran yang tinggi sekalipun orang Papua dikejar-kejar, dipenjarahkan, dirabek-rabek dan dibunuh sementara sungai-sungai melambangkan bahwa orang Papua mempunyai rasa kasih sayang yang tak terbatas antara sesama manusia dan manusia dengan alam Papua.

Kalau kita melihat dengan hati yang murni dan mata yang jernih dari pandangan budaya Papua, alam Papua dan manusia Papua tidak muncul begitu saja namun kita yakini bahwa ada orang yang menciptakan manusia “kita” dan alam Papua. Saya percaya bahwa, kalau kita berbicara menyankut siapa yang menciptakan manusia dan alam beserta isinya dari sudut pandang budaya Papua maka kita kembali melihat cerita-cerita leluhur yang telah diwariskan oleh leluhur kita. 
 
Dalam setiap suku yang ada di Papua terbentuknya alam dan manusia tidak terlepas dari mitos-mitos yang ada dalam setiap suku. Kita percaya bahwa, leluhur kita tidak pernah mengajarkan kita bahwa alam adalah milik ras Melayu atau ras-ras lain yang ada di dunia. Namun, yang pernah diajarkan oleh leluhur Papua adalah alam Papua adalah milik manusia Papua yang ber-ras Melanesia. Kita tidak pernah diajarkan bahwa manusia Papua itu berasal dari KERA yang kini diistilahkan dengan  pithecanthropus dari Soloensis namun kita telah diajarkan sesuai dengan cerita-cerita yang ada dalam suku-suku yang ada di bumi Papua. Maka, itu untuk melihat siap diri manusia Papua yang sesungguh itu perlu melihat kembali dalam cerita-cerita para leluhur dari setiap suku di Papua.

Kini kita telah disadarkan bahwa, sesungguhnya manusia Papua adalah ciptaan Allah yang unik walaupun suku bangsa dan Negara lain menjelek jelekan kita dengan berbagai macam kata-kata yang tidak manusiawi.
Berangkat dari itu, sebagai generasi muda Papua tentu sudah melihat, menyaksikan dan mendegar  bahwa, sekian banyak orang-orang tua kita dari Papua telah dikejar, ditangkap, dipenjarahkan, disiksa, dan telah dibunuh habis di atas tanah Papua. Kita pun pasti bertanya siapa yang membunuh orang tua kita di atas tanah kita Papua? sebagai generasi muda Papua perlu menyetahui dan sadar bahwa yang dibunuh orang tua kita adalah penjajahan yang kini kita kenal dengan Negara Republik Indonesia. Pasti saja kita bertanya; kenapa orang tua kita telah dibunuh habis-habisan? Orang tua kita dibunuh saat tanah Papua dianeksasi dalam Negara penjajahan “NKRI”.  
 
Dan pertanyaan besar yang selalu muncul dalam pikiran kita adalah; kenapa orang tua kita yang tidak tahu membaca dan menulis itu bisa dibunuh oleh penjajahan? Orang tua kita telah dibunuh demi mempertahankan tanah Papua sebagai tanah milik orang Papua ras Melanesia. Orang tua relah berkorban demi mempertahankan tanah Papua sebagai milik orang Papua karena mereka merasa berdosa apabila tanah Papua ini diserahkan kedalam Negara lain yang ber-ras yang berbedah dengan ras Melanesia.

Namun demikian, pada dunia belakangan ini kita telah melihat dan mendengar bahwa, diatas korbanya orang tua Papua itu, masih banyak anak-anak bangsa Papua yang wajahnya bertopeng dengan wajah penjajahan. Masih banyak anak-anak bangsa Papua yang menari-nari dengan wajah bertopeng dan Masih banyak anak-anak bangsa Papua yang bernyanyi-nyanyi dengan memakai topeng penjajahan.

Mari kita lihat, saksikan, dan kembali bertanya;
Apakah benar anak bangsa Papua telah memakai topeng penjajahan? Jawabannya cukup jelas dan mudah sekali kita dapat karena memang hal itu telah terjadi di depan mata manusia dan depan mata alam Papua serta terjadi depan mata tulang-belulang yang ada di bumi Papua. 
 
Apakah di kalangan birokrat, orang Papua telah memakai topeng penjajahan? Jawabannya, kita lihat saja bahwa ternyata banyak orang Papua tanpa memikirkan pengorbanan orang tua yang relah mengorbankan nyawa mereka di tangan para serdadu-sedadu itu dan mulia menari-nari dengan bertopeng penjajahan untuk menindas ras Melanesia itu sendiri. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, apakah saudara pernah merasa berdosa sejak saudara mengambil dan memakai topeng penjajahan itu untuk menindas rakyat yang sama ras dengan dirimu? Dalam hal ini saya tidak membutuhkan jawaban namun saya hanya mengharapkan agar bisa sadar bahwa orang tua kita telah dibunuh oleh topeng  yang anda pakai saat ini.

Apakah di kalangan pelajar dan mahasiswa Papua telah memakai topeng penjajahan? Jawabannya kita tidak perlu cari jauh-jauh. Ternyata mahasiswa yang biasa disebut agen perubahan itu saja masih memakai topeng penjajahan untuk menindas teman-teman seperjuangan lain dan menindas rakyatnya sendiri. Yang menjadi pertanyaan besar bagi manusia Papua dan alam Papua adalah? Apakah saudara pernah berpikir bahwa topeng yang saudara pakai atau menggunakan ini tetap akan tercatat dalam agenda Papua dan agenda di surga bahwa “berdosa”?. Apakah saudara pernah bersedih hati atas dibunuhnya orang tua Papua oleh topeng yang anda pakai saat ini? Apakah saudara pernah bersedih hati atas kandungan alam yang dikuras habis oleh topeng yang anda pakai saat ini?. 
 
Pertanyaan-pertanyaan diatas ini saya tidak juga membutuhkan jawaban namun saya hanya mengharapkan kesadaran akan diri, kesadaran akan sukunya, kesadaran akan tanah Papua, kesadaran akan bangsa Papua, dan kesadaran akan ras Melanesia. Dengan demikian, sebagai pendidikan politik dan pendidikan kesadaran, saya hanya mau menuliskan sebuh tulisan keprihatinan dan karena adanya rasa nasionalis terhadap rakyat Papua dan alam Papua.
 
Tugas pokok pelajar dan mahasiswa Papua adalah, kita sekolah/kuliah bukan untuk menjadi buruh di ladangnya penjajahan, bukan untuk berkarya di ladangnya penjajahan, bukan juga untuk menjadi alat negara dari penjajahan tetapi, ingat pelajar dan mahasiswa Papua sekolah untuk menjadi motoris dalam membawah manusia Papua, alam Papua, dan tulang belulang dari penjajahan. Pelajar dan mahasiswa Papua menjadi agen perubahan dalam menjawab kerinduan alam Papua yang ingin keluar dari penjajahan, untuk menjawab kerinduan dari tulang belulang untuk merayakan sebagai hari pahlawan Negara, dan pelajar dan mahasiswa Papua hadir untuk menjawab kerinduan orang tua “manusia Papua” untuk membawah keluar dari segala penindasan. Bukan untuk memakai topeng penjajahan
 
Kawan-kawan pelajar dan mahasiswa Papua perlu ingat bahwa orang tua kita telah dibunuh, alam kita sedang dikuras habis dan kita pun masih dikejar-kejar oleh kaum penjajahan. Apabila ada pelajar dan mahasiswa Papua yang telah menjadi bagian dari penjajahn berarti segera bertobat kembali karena Alam Papua sedang melihat dirimu, tulang-belulang telah menyaksikanmu, dan kerinduan manusia Papua sedang mengejar-ngejar dirimu. Kalau tidak mau kembali untuk merasakan apa yang dirasakan oleh manusia Papua dan alam Papua berarti selamat menanggung dosa umat manusia Papua.
 
Kawan-kawan ingat bahwa, kalau kita (pelajar dan mahasiswa) tidak menjadi agen perubahan bagi alam dan manusia Papua berarti kita siap memikul dosa. Kenapa? Karena, apabila generasi kita juga masih saja hidup dalam tekanan, penindasan, dan penjajahan berarti kita telah gagal atau belum mampu mewujudkan Firman Allah yang mengatakan “manusia harus hidup bebas di atas bumi”.  Maka itu. sebagai generasi muda Papua janganlah memakai topeng penjajahan, jangalah menjadi kaki tangan dari penjajahan karena alam Papua masih menyaksikan dirimu, manusia Papua masih melihat dirimu, tulang belulang Papua masih melihat dirimu, dan mata hari  serta bulan dan bintang juga masih menyaksikan dirimu.
 
Revolusi ada di tangan pelajar dan mahasiswa maka, jangalah mengambil dan memakai topeng penjajahan yang sedang ditawarkan dengan tingginya nilai mata uang. Stop bertopeng dan mari bersatu mengusir penjajahan di atas bumi Papua sebab bumi Papua itu diciptakan oleh ALLAH untuk manusia Papua bisa hidup dengan besas. Dalam kebebasan itulah manusia Papua bisa berekspresikan hidupnya dan bisa berkarya demi kemulian nama ALLAH Sendiri.


REPORTER OF TIMIPOTU NEWS
Publisher: Unknown - 07.34
, , , , , , , ,

SOLIDARITAS PEREMPUAN MELANESIA NEGARA BAGIAN DOBERAY

 photo WMNews_zpsb7f74396.jpgSelamat datang di Melanesia Barat ! Melanesia adalah tempat khusus di Pasifik yang memiliki sesuatu untuk semua orang. Kaya akan sumber daya dan dengan banyaknya orang yang kaya dan beragam budaya, adat istiadat, ritual, mitos dan legenda, negara-negara Melanesia yang layak dikunjungi.

Dalam semua moment kita pakai untuk terus kampanye kemerdekaan Papua Barat. Pada tanggal, 31 Januari 2013, kemarin sore SOLIDARITAS PEREMPUAN MELANESIA NEGARA BAGIAN DOBERAY ikut lomba gerak jalan dalam rangka perayaan HUT PI di tanah Papua. Mereka menggunakan baju kaos dengan gambar morning star flag kombinasi gambar yesus dengan tulisan MANSEREN BLESS PAPUA didepan dan belakang lambang salib dan tulisan Solidaritas Perempuan Melanesia Papua Barat, negara bagian Doberay.
SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(1)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(10)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(2)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(5)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(3)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(4)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(6)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(7)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(8)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA+(9)

SOLIDARITAS+PEREMPUAN+MELANESIA

Semangat Gerakan Kemerdekaan Papua Barat tidak saja ada pada orang dewasa Papua Barat, tetapi anak2 pun mereka melakukan hal yang sama. Komunitas Anak-anak West Papua (Komunitas AWEPA) adalah organisasi yang didirikan untuk mengorganisir anak2 Papua maupun non Papua usia SD, SMP dan SMA guna terlibat dalam mendorong semangat kemerdekaan Papua Barat. Dalam sejumlah moment di Manokwari Komunitas AWEPA selalu terlibat dan selalu tampil dengan atribut keramat Papua Barat. Hal lain lagi adalah mereka sangat kreatif, inisiatif dan sangat nasionalis Papua Merdeka. M

Komunitas+AWEPA+(2)

Komunitas+AWEPA+(1)

Komunitas+AWEPA

 Sumber foto posted by @Marthen.M

Publisher: Unknown - 00.00
, , , , , , , ,

Kisah Perjalanan Group Band Black Brother (Legend of Reggae Pasific Style)

Selamat datang di Melanesia Barat ! Melanesia adalah tempat khusus di Pasifik yang memiliki sesuatu untuk semua orang. Kaya akan sumber daya dan dengan banyaknya orang yang kaya dan beragam budaya, adat istiadat, ritual, mitos dan legenda, negara-negara Melanesia yang layak dikunjungi.

Kisah Perjalanan Group Band Black Brother (Legend of Reggae Pasific Style)
 
Sekitar 1970 an di Kota Jayapura muncul group-gorup Band di Angkatan Laut mendirikan Group Band bernama Varunas, di Kodam Cenderawasih lahirkan Group Tjenderawasih. Begitupula jaman Acub Zainal jadi Gubernur Acub Zainal ,dirikan Group Band Pemda. Termasuk Polda Papua dengan Group Band Bhayangkara. Saat itu Hengky MS memulai populerkan lagu Jayapura di Waktu Malam dan Apuse berirama slow rock.
 
“Saya ingat dulu mereka bermain di rumah Andy Ayamiseba di Angkasa Indah, Group Bandnya bernama Iriantos dan setelah hijrah ke Jakarta barulah mereka memakai nama Black Brother,”kata Fredrik Chaay salah seorang seniman asal Kaju Pulo kepada tabloidjubi.com di Jayapura, Senin (20/8).
Menurut dia di antara musisi di Kota Jayapura yang jatuh bangun dan berhasil di Jakarta mungkin hanya Vance S Pondag mantan gitaris Grup Band Varunas di Jayapura dan juga Black Brother yang dulu di Jayapura dikenal dengan nama Iriantos. Memang ada anak-anak muda Papua lainnya seperti, Black Sweet, Black Papas, Coconuts Band dan Airmood Band tapi tak sepopuler The Black Brother.
Lagu-lagu Black Brother yang sempat hits dan menduduki tangga-tangga lagu diblantika musik Indonesia sekitar 1970-1980 an adalah lagu berjudul, Hari Kiamat. “Di tepi jalan si miskin menjerit, hidup meminta dan menerima. Yang kaya tertawa berpesta pora, hidup menumpang dikecurangan.Bintang Jatuh Hari Kiamat, pengadilan yang penghabisan.” Begitulah syair lagu Hari Kiamat, yang mampu melejit di Pulau Jawa dan menjadikan group kebanggaan masyarakat Papua ini menjadi sangat digemari.
Adapun personil Iriantos waktu itu adalah, melody Henky Merantoni yang merantau dari Manado ke Biak dan selanjutnya bergabung di Jayapura bersama Iriantos. Hengky Merantoni sebelumnya sempat bermain di kapal Tampo Mas II dan juga Kapal Penumpang Finish.
Hangky Merantoni  ini sangat terkenal dengan lagu ciptaannya Pramuria. Gitaris Hengki Merantoni sangat melekat dengan lagu-lagu The Purple, group rock asal USA yang sangat terkenal sekitar 1970 an dengan gitaris andalannya Ricky Blackmore.
Hengky MS punya lagu bertitel Pramuria sebanyak lima lagu masing-masing Kisah Seorang Pramuria, Untukmu Pramuria, Doa Pramuria, Balada Pramuria,Pramuria tapi Biarawati.
Lagu milik Hangky MS pernah dinyanyikan oleh Charles Hutagalung The Mercys berjudul Kisah Seorang Pramuria. Bahkan dianggap lagu milik Charles Hutagalung tapi ternyata milik Hengky Merantoni.
Musik Black Brothers termasuk tipe musik 1970 an di Indonesia karena memiliki melodi yang  manis, harmonis, tak berbelit-belit. Jadi sangat sederhana dan simple untuk dinyanyikan. Black Brothers juga memakai isntrumen alat tiup saxophon dan tromphet atau trombone yang dimainkan oleh Amry Kahar dan David Rumagesan.  Sedangkan Benny Betay memiliki ciri khas dalam memetik bass, dan Stevie Mambor punya kekuatan dalam hentakan bass drum.

Ciri khas lain mereka selalu mengandalkan vocalis utama termasuk pula pemusik utama membentuk koor atau suara back ground.
Lagu-lagu bernuanasa daerah seperti  Huembello dan Apuse , biasanya berirama rock dengan melodi utama Hangky MS. Sedangkan untuk berirama keroncong. Kr. Kenangan [Hengky MS] dan Kr. Gunung Sicloop [Jochie Phu]. Padahal musik keroncong sangat identik dengan orang Jawa. Walau Black Brothers  membawakannya dengan baik meski dengan gaya pop. Vocalis yang suka menyannyikan lagu-lagu berirama Kroncong adalah penabuh drum, Stevie Mambor dengan suara khasnya.
Sedangkan Jochy Patipelohi yang bermain pada keyboard adalah mahasiswa Uncen yang juga pemain group band dari Uncen. Pemain keyboard inberi sangat piaway dalam memadukan lagu-lagu Black Brother berirama musik gereja. Hal ini bisa tergambar dalam lagu Black Brother berjudul Lonceng Kematian dan juga Hari Kiamat.
Hampir sebagian masyarakat di Indonesia ketika itu dan mungkin sekarang menyukai lagu berjudul, Hari Kiamat  karangan Jochie Phu. Syair ini sangat menyentuh dan mengingatkan manusia tentang Hari Kiamat..
Hari Kiamat

Lagu/syair: Jochie Phu
Tempo : moderato (sedang)
Di tepi jalan si miskin menjerit
Hidup meminta dan menerima
Si kaya tertawa berpesta pora
Hidup menumpang di kecurangan
Sadarlah kau… cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Itulah hidup semakin biasa
seakan tak pedulikan lagi
Tiada kasih bagi yang lemah
Disiram banjiran air mata
Sadarlah kau cara hidupmu
Yang hanya menelan korban yang lain
Bintang jatuh hari kiamat
Pengadilan yang penghabisan
Group Band Black Brother pada 1978 pernah melakukan show di Kota Jayapura dan banyak warga yang ikut menyaksikan penampilan mereka di Jayapura. Usai melakukan show di Kota Jayapura,mereka show ke PNG dan selanjutnya meminta suaka politik di Negeri Belanda sekitar 1980 an.
Black Brother juga selama di Belanda pernah memopulerkan lagu asal Papua berjudul Yalikoe berirama disco. Lagu ini sempat masuk dalam deretan irama disco di daratan Eropah masuk dalam lagu terbaik berirama disco yang dirilis 1983. Kini personil Black Brother tinggal di Australia dan juga di Vanuatu, sedangkan Agus Rumaropen dan Hengky Merantoni sudah meninggal beberapa tahun silam.
Sulit mencari group musik asal Papua yang sepopuler Black Brother di era 1970an. Karena itu tak heran kalau Black Brother menjadi legenda musik di Papua, Melanesia  dan di Indonesia.Bahkan hampir di seluruh negara Pasifik Selatan Group ini begitu populer karena mampu mengangkat musik berirama reggae Pasific Style (Jubi/Dominggus A Mampioper)
Publisher: Unknown - 23.50