Support From West Melanesia Independence For Free West Papua, Maluku, and Flores. Diberdayakan oleh Blogger.
Hai, Anak Muda Melanesia Barat, Membaca & Menulislah ! " Jika umurmu Tak Sepanjang Umur Bumi, Sambunglah Dengan Tulisan " !
Tampilkan postingan dengan label Melanesia Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melanesia Barat. Tampilkan semua postingan

, , , , , , ,

Pemerintah Belanda dan RI berusaha melumpuhkan RMS melalui HAKIM Belanda



Pertemuan Penerangan Penting 5 Nopember 2011

Pemerintah Belanda dan RI berusaha melumpuhkan RMS melalui HAKIM Belanda



Proklamasi Kemerdekaan
Lambang Negara
Bendera Maluku Selatan
Lagu Kebangsaan Maluku Selatan
60 tahun tida kebebasan dan pendjadjahan


Proklamasi kemerdekaan Maluku Selatan


Memenuhi kemauan jang sungguh, tuntutan dan desakan rakjat Maluku Selatan, maka dengan ini kami proklamir KEMERDEKAAN MALUKU SELATAN, defakto de jure, jang berbentuk Republik, lepas dari pada segala perhubungan ketatanegaraan Negara Indonesia Timur dan R.I.S., beralasan N.I.T. sudah tida sanggup mempertahankan kedudukannja sebagai Negara Bahagian selaras dengan peraturan2 Mutamar Denpasar jang masih sjah berlaku, djuga sesuai dengan keputusan Dewan Maluku Selatan tertanggal 11 Maret 1947, sedang R.I.S. sudah bertindak bertentangan dengan keputusan2 K.M.B. dan Undang2 Dasarnja sendiri.
Ambon, 25 April 1950
Pemerintah Maluku-Selatan
(J.H. MANUHUTU)
(A. WAIRISAL)
Pada tanggal 26 April 1950 proklamasi diumumkan kepada ‘Nederlandse Hoge Commissaris’ di Djakarta  melalui telegraf. Terdjemahannja ditjatat dalam ‘Nota omtrent de ontwikkeling in Indonesië’, jang pemerintah Belanda serahkan kepada ‘Tweede Kamer Staten –Generaal’ pada tanggal 23 Mei 1950.

Lambang Negara

 
Lambang negara jang resmi dari Republik Maluku Selatan ditentukan pada tanggal 9 Mei 1950 atas perintah pemerintah RMS. Maka lambang ini mempertundjukkan seekor Pombo jang mau terbang dengan sajap terbuka setengah lagipun tangkai damai dalam paruhnja. Dadanja diradjah dengan Parang, Salawaku dan Tombak.
Burung Pombo mempunjai peranan penting dalam sedjarah Maluku Selatan. Menurut salah satu hikajat Maluku Selatan maka pada suatu waktu pedjuang Maluku Selatan jang termasjhur jang bernama ‘Kapitang Jongker’ serta isterinja terbalik mendjadi dua ekor Pombo putih lalu terbang pulang dari Jacatra di Jawa ke Maluku Selatan. Sampai saat ini muntjulnja dua ekor Pombo putih jang terbang dianggap seakan tanda jang beruntung.

Bendera Maluku Selatan
Bendera Republik Maluku Selatan melambangkan negara dan persatuan rakjat. Ampat tjorak biru, putih, hidjau dan merah itu tida dipilih sembarang. Melainkan: tiap warna mempunjai arti tersendiri:

Biru
Warna biru melambangkan laut Maluku Selatan jang penuh dengan kekajaan alam seperti diantara lain ikan, mutiara, teripang dan rumput laut. Hasil laut merupakan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari di Maluku Selatan. Warna biru djuga melambangkan kesetiaan anak-anak Maluku kepada tanah-air mereka.

Putih
Warna Putih melambangkan kebersihan dan kesutjian perdjuangan Maluku Selatan lagipun damai dan sedjahtera jang didjundjung. Putih adanja pantai-pantai di Maluku Selatan dimana ombak menderu terus-menerus.

Hidjau
Warna hidjau melambangkan kesuburan kepulauan Maluku Selatan dimana diantara lain ada pohon sagu, kelapa, pala dan tjengkeh.

Merah
Warna merah melambangkan darah Maluku Selatan jang sudah tertumpah dalam perdjuangan melawan kaum pendjadjah dari luar. Warna merah merupakan “Asa” jang berdasaran segala sesuatu jang hidup. Begitupun anak Maluku selatan terkenal dengan “kain berang”, kain merah jang dipakai sebagai ikat kepala, leher atau tangan. Warna ini melambangan keberanian anak Maluku Selatan.

Ukuran bendera 2 banding 3, dibagi dalam ampat tjorak jang terbentuk sematjam berikut: sepersembilan biru, sepersembilan putih, sepersembilan hidjau dan anampersembilan merah.

Lagu Kebangsaan : Maluku Tanah Airku
Maluku Tanah Airku
Tanah tumpah darahku
Ku berbakti kepadamu
Selama hari hidupku
Engkaulah Pusaka Raja
Jang leluhur dan teguh
Aku djundjung selamanja
Hingga sampai adjalku
Aku ingat terlebih
Sedjarahmu jang pedih
Maluku Tanah Airku
Tanah datuk datukku
Atas Via Dolorosa
Engkau hidup merdeka
Putra putri jang se djati
Tumpah darah bagimu
Ku bersumpah trus berbakti
Serta tanggung nasibmu
Aku lindung terlebih
Sedjarahmu jang pedih
Mena Muria printah leluhur
Segnap djiwaku seru
Bersegralah membelamu
Sepri laskar jang djudjur
Dengan prisai dan imanku
Bahkan harap jang teguh
Ku berkurban dan berasa
Karna dikau ibuku
Ku doakan terlebih
Mena Muria hiduplah
Musik:
» Download
Midifile:
» Download


60 tahun tida kebebasan dan pendjadjahan

Perdjuangan kemerdekaan Republik Maluku Selatan memulai dengan proklamasi tertanggal 25 April 1950 maka sampai saat ini perdjuangan berlangsung terus. Selama 6 dasawarsa jang baru lampau maka si pendjadjah Republik Indonesia menduduki dan merampas Maluku Selatan dengan maksud Maluku tinggal meskin sonder ada perkembangan apapun. Meskipun Indonesia memberikan kesan seolah-olah sebagai negara hukum jang sopan dan demokratis padahal ternjata bahwa tida ada demokrasi sama sekali. Sjarat jang terpenting untuk negara hukum jang demokratis jaitu hak mengungkapkan pendapat. Dinegara Indonesia belum ada kebebasan mengeluarkan pendapat sama sekali.

Anak-anak Maluku jang sedjati jang berani menjatakan bahwa mereka pendukung RMS pasti dihukum. Mereka itu serta keluarganja dibikin susah dalam kehidupan bermasjarakatan. Barang sapa jang berani mengeluarkan pendapat dihukum berat oleh hakim-hakim jang berat sebelah dan tida adil.

Neokolonialism

Dasawarsa-dasawarsa jang baru lampau Indonesia diketahui sebagai negara dimana rezim kajakan diri sendiri dengan memakai berbagai alat-alat seperti terutama tentara untuk mempertahankan kekuasaan dari pemerintah pusat di Djakarta.

Tanah Maluku bertahun-tahun dirampas oleh pendjadjahan baru ini. Kekajaan alam ditanah Maluku dirampas, seperti kekajaan laut didjual kepada perusahaan-perusahaan luar negri. Begitupun dihutan rimba tropis diadakan penebangan kaju besar-besaran dengan akibat pengikisan tanah. Dengan perkembangan begini banjak kali terdjadi tanah-tanah longsor.

Bahagian besar dari bangsa Maluku hidup dalam kemiskinan. Untuk tjari makan maka banjak kali orang terpaksa mendjual tanah-tanah pusaka jang sudah beratus-ratus tahun milik mata-rumah mereka kepada orang dagang. Sajang sebalik sajang banjak dari mereka itu tida ada pekerdjaan lain djadi dalam masa depan mereka itu tida punja pendapatan sama sekali.

Memang tida gampang boleh memakai istilah ‘genosida etnis’ sebagai tuduhan akan tetapi rupanja pembidjaksanaan transmigrasi jang sudah bertahun-tahun dilakukan di Maluku dipakai dengan maksud membinasa adat-isti adat Maluku di Maluku. Oleh karena kekurangan kesempatan kerdja setempat anak-anak Maluku jang telah thabiskan pendidikan tinggi terpaksa mentjari kerdja diluar Maluku. Pernjataan jang lain itulah bahwa lama kelamahan budaja korupsi dianggap seperti barang biasa didalam kehidupan sehari-hari ditengah masjarakat Maluku.

Titik jang terburuk

Titik jang terburuk ditjapaikan di Maluku pada tahun 1999 waktu pitjah perang jang digelar ‘Kerusuhan’. Dalam pertentangan jang ditjipta oleh pemerintah pusat di Djakarta maka kaum Moslim dan kaum Serani bakuperang mati-matian selama hampir 4 tahun. Rupanja medan gaja lengkap dari penguasa-penguasa di Djakarta serta pengikut-pengikutnja berkelahi pertempuran mereka ditanah Maluku. Golongan-golongan politik serta pemimpin-pemimpin mereka jang korup, teristimewa Golkar, para pengikut bekas kepala negara Suharto, djenderal Wiranto serta sisanja elite militer, fundamentalis Moslim dan seterusnja.

Penilaian dan Orientasi kembali

Akan tetapi djuga ada akibat-akibat jang beruntung oleh karena waktu kerusuhan ditengah-tengah orang-orang Maluku diadakan penilian dan orientasi kembali dari adat-isti adat dan budaja Maluku. Baru pada saat itu orang Maluku menjadari kepentingan dan kekuatan daripada adat-isti adat dan kebudajaan Maluku. Pada waktu itu banjak negri mau bikin adat kembali. Begitupun diadakan penilaian kembali dari tjita-tjita Republik Maluku Selatan.

Pada saat ini ternjata pula bahwa seandainja kalau orang-orang Maluku di Maluku mengeluarkan pendapat mereka maka mereka ditahan, dianiaja dan disiksa serta dihukum pendjara bertahun-tahun. Hanja oleh karena mereka berani mengeluarkan pendapat mereka atas dasar hak-hak asasi manusia sebagai pendukung Republik Maluku Selatan jang merdeka dan berdaulat.

Tida ada seorang jang boleh membiarkan perdjuangan kemerdekaan RMS diperkosa sonder berbuat barang sesuatu.  Perdjuangan RMS merupakan perdjuangan jang sjah dan sutji, jang harus diakui dan didukung oleh dunia internasional jang bebas dan demokratis.
Publisher: Unknown - 10.27
, , , , ,

RMS dan Terorist

RMS dan Terorist

RMS MALUKUArtikel ini ada relevansinya dengan artikel saya sebelumnya bahwa dunia barat terutama Amerika dan Israel selalu bermain di negeri ini agar Wilayah Kesatuan Republik Indoneisia ini bercerai berai. Dengan Uangnya yang mereka raup di negeri ini mereka sogokan atau kongkalikongkan dgn Aparat Penegak Hukum dan Pemerintahan kita yang rata-rata telah gelap mata dgn UANG. Mereka sdh tak berfikir dgn jernih lagi bahwa duit yg disogokan itu seungguhnya adalah duit dari kita. Para aparat keamana dan pemerintahan kita lupa bahwa apa yang mereka lakukan kelak juga sesungguhnya akan mencelakakan Anak Cucunya sendiri.



Kerusuhan yang selalu terjadi di negeri ini baik itu dilakukan oleh warga dengan warga atau aparat dengan warga sudah diseting sedemikian rupa agar gejolak atau kerusuhan tersebut timbul dari permasalahan-permasalahan yang biasa. Karena cara pandang masyarakat kita yang mudah terprovokasi dengan hal-hal yang sepele dan temprament yg mudah begitu saja timbul. Inilah yang di harapkan oleh mereka dengan keadaan mental masyarakat kita yang kebanyakan siqisnya demikian sehingga mudah untuk di provokasi. Kondisi masyaakat kita yang dibuat menderita oleh Pemeintahan yang sedang berkuasa menjadikan konflik mudah tersulut, rakyat hanya dijadikan kuli di negerinya sendiri sedangkan warga negara pendatang yang nenek moyangnya tidak pernah ikut berjuang dlm Kemerdekaan di negeri ini dengan bebas berinvestasi akan kekayaan alam tanpa ada pengetatan Regulasinya. Karena ini sesungguhnya sudah sangat jelas melanggar UUD 45 dan hal-hal yang bisa terjadinya timbul atau menyalahgunakan kekuasaanya beberap bulan kemarin sudah di bubarkan oleh Mahkamah Konstitusi, akan tetapi entah oleh Penguasa Pemerintahan sekarang ini kemudian diganti baju???

Dengan segudang argumentasi bahwa kita butuh pengurangan pengangguran, agar masyarakat kita bisa bekerja. Inilah hal yang teramat bodoh yang dilakukan oleh Pemerintahan dari jaman Soeharto sampai yang sekarang berkuasa. Justru inilah yang akan membuat rakyat kita kian sengsara, kenapa kita tidak pernah mendayagunakan penduduk setempat agar bisa menjadi pengusaha-pengusaha yang handal yang bisa mengelola kekayaan Alam di tanah leluhurnya dengan baik. Kenapa kita selalu mengundang Perusahan-perusahan asing? Ya tidak usah dijawab tentu kita semua sudah punya jawabanya. Selain itu pemerintah juga sangat senang untuk selalu membodohi masyaraktnya dalam segala hal. Ini yang kian memperparah kondisi yang ada.

Orang-orang barat dibawah kepemimpinan Amerika dan sekutu-sekutunya selalu meagung-agungkan tentang HAM, Demokrasi, Terorist, dan Nuklir. Tetapi apa yang sesungguhnya yang terjadi, justru mereka sendirilah yang tidak punya konsekuensinya sendiri. Masalah Demokrasi (hal ini belum pernah saya bahas di blog ini) saja justru Amerika tidak menerapkannya secara utuh, warganya yang mengkritik pemerintah langsung mereka tangkap dan diadili apalagi hal yang lainnya. Sedangkan masalah lainnya di blog ini sebelum-sebelumnya sering saya tuliskan. Sedikit menyinggung tentang HAM (walo diblog ini sudah dijelaskan), dimana ketika umat Islam teraniyaya di bantai entah itu yang terjadi di dalam Negeri Indonesia atau di luar negeri tidak ada entah itu lembaga HAM Indonesia atau HAM Dunia yang berteriak lantang. Bahkan Amerika dan sekutu-sekutunyapun tidak mau menyebut Terorist, karena sesungguhnya mereka sendirilah yang terorist sejati. Inilah Politik ampuh mereka dalam mengelabui cara pandang tentang terorist dsb. Untuk Lebih jelasnya silakan baca disini.

Maka tidak heran kalo mereka mau mengelontorkan uangnya di negeri ini dgn berbagai macam taktik dan tehniknya untuk menyikat habis gerakaan-gerakan Islam yang diaggapnya membahayakan. Dan kenapa para biokrat kita yang notabene orang Islam mau-mau saja mengamini setiap apa saja yang dikehendaki Amerika dan sekutu-sekutunya?? Tidak lain dan tidak bukan adalah Uang.

Agar artikel ini sesuai dengan judulnya dan tidak salah persepsi maka dilain hari akan saya uraikan sambungannya, kalo saya deskripsikan secara menyeluruh tentunya akan memakan banyak ruang dan waktu. Mungkin hanya 3-4 bagian saja yang bisa saya uraiakan sebagai sambungannya dari artikel ini. Tujuan saya yang utama hanyalah agar Indonesia yang kita cintai ini selalu Damai tidak mudah dipecah belah dan diadu domba karena ujung-ujungnya kita sendirlah yang akhirnya akan Rugi dan menderita. Semisal dirikita membunuh pasti dilain waktu akan terjadi juga pada keluarga kita atau bahkan diri kita, hanya saja terjadinya soal menunggu waktu saja.
Publisher: Unknown - 09.15
, , , , , , , , ,

Sejarah Terbentuknya Republik Maluku Selatan RMS

Sejarah Terbentuknya Republik Maluku Selatan RMS

Sejarah Terbentuknya Republik Maluku Selatan RMS
 

Republik Maluku Selatan (RMS) adalah daerah yang diproklamasikan merdeka pada 25 April 1950 dengan maksud untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur (saat itu Indonesia masih berupa Republik Indonesia Serikat). Namun oleh Pemerintah Pusat, RMS dianggap sebagai pemberontakan dan setelah misi damai gagal, maka RMS ditumpas tuntas pada November 1950. Sejak 1966 RMS berfungsi sebagai pemerintahan di pengasingan, Belanda.

Pada 25 April 1950 RMS hampir/nyaris diproklamasikan oleh orang-orang bekas prajurit KNIL dan pro-Belanda yang diantaranya adalah Chr. Soumokil bekas jaksa agung Negara Indonesia Timur yang kemudian ditunjuk sebagai Presiden, Ir. J.A. Manusama dan J.H. Manuhutu.

Pemerintah Pusat yang mencoba menyelesaikan secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. Leimena sebagai misi perdamaian ke Ambon. Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus, pendeta, dokter dan wartawan, gagal dan pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.A Kawilarang.

Pada 14 Juli 1950 Pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai menumpas pos-pos penting RMS. Sementara, RMS yang memusatkan kekuatannya di Pulau Seram dan Ambon, juga menguasai perairan laut Maluku Tengah, memblokade dan menghancurkan kapal-kapal pemerintah.

Pemberontakan ini berhasil digagalkan secara tuntas pada bulan November 1950, sementara para pemimpin RMS mengasingkan diri ke Belanda. Pada 1951 sekitar 4.000 orang Maluku Selatan, tentara KNIL beserta keluarganya (jumlah keseluruhannya sekitar 12.500 orang), mengungsi ke Belanda, yang saat itu diyakini hanya untuk sementara saja.

RMS di Belanda lalu menjadi pemerintahan di pengasingan. Pada 29 Juni 2007 beberapa pemuda Maluku mengibarkan bendera RMS di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhono pada hari keluarga nasional di Ambon. Pada 24 April 2008 John Watilette perdana menteri pemerintahan RMS di pengasingan Belanda berpendapat bahwa mendirikan republik merupakan sebuah mimpi di siang hari bolong dalam peringatan 58 tahun proklamasi kemerdekaan RMS yang dimuat pada harian Algemeen Dagblad yang menurunkan tulisan tentang antipati terhadap Jakarta menguat.

Tujuan politik RMS sudah berlalu seiring dengan melemahnya keingingan memperjuangkan RMS ditambah tidak adanya donatur yang bersedia menyisihkan dananya, kini hubungan dengan Maluku hanya menyangkut soal sosial ekonomi. Perdana menteri RMS(bermimpi) tidak menutup kemungkinan Maluku akan menjadi daerah otonomi seperti Aceh Kendati tetap menekankan tujuan utama adalah meraih kemerdekaan penuh

Pemimpin pertama RMS
Pemimpin pertama RMS dalam pengasingan di Belanda adalah Prof. Johan Manusama, pemimpin kedua Frans Tutuhatunewa turun pada tanggal 25 april 2009. Kini John Wattilete adalah pemimpin RMS pengasingan di Belanda.

Dr. Soumokil mengasingkan diri ke Pulau Seram. Ia ditangkap di Seram pada 2 Desember 1962, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer, dan dilaksanakan di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 12 April 1966.

RMS di dukung belanda
Oleh karena kemerdekaan RMS yang di Proklamirkan oleh sebagian besar rakyat Maluku, pada tanggal 24 April 1950 di kota Ambon, ditentang oleh Pemerintah RI dibawah pimpinan Sukarno - Hatta, maka Pemerintah RI meng-ultimatum semua para aktifis RMS yang memproklamirkan berdirinya Republik Maluku Selatan untuk menyerahkan diri kepadda pemerintah RI, sehingga semua aktifis RMS itu ditangkapi oleh Pasukan2 Militer yang dikirim dari Pulau Jawa.

Karena adanya penangkapan yang dilakukan oleh militer Pemerintah RI, maka para pimpinan teras RMS tersebut, ber-inisiatif untuk menghindar sementara ke Negeri Belanda, kepindahan para pimpinan RMS ini mendapat bantuan sepenuhnya dari Pemerintah Belanda pada saat itu. Dengan adanya kesediaan bantuan dari Pemerintah Belanda untuk mengangkut sebagian besar rakyat Maluku dengan biaya sepenuhnya dari Pemerintah Belanda, maka sebagian besar rakyat di Maluku yang beragama kristen, memilih dengan kehendaknya sendiri untuk pindah ke Negeri Belanda. Pada waktu itu, Ada lebih dari 15.000 rakyat Maluku yang memilih pindah ke negeri Belanda.

Pindahnya sebagian rakyat maluku ini, oleh Pemerintahan Sukarno-Hatta, diissukan sebagai "PENGUNGSIAN PARA PENDUKUNG RMS", lalu dengan dalih pemberontakan, pemerintah RI menangkapi para Menteri RMS dan para aktifisnya, lalu mereka dipanjarakan dan diadili oleh pengadilan militer RI, dengan hukuman berat bahkan dieksekusi Mati.

Di Belanda, Pemerintah RMS tetap menjalankan semua kebijakan Pemerintahan, seperti Sosial, Politik, Keamanan dan Luar Negeri. Komunikasi antara Pemerintah RMS di Belanda dengan para Menteri dan para Birokrat di Ambon berjalan lancar terkendali. Keadaan ini membuat pemerintahan Sukarno tkdak bisa berpangku tangan menyaksikan semua aktivitas rakyat Maluku, sehingga dikeluarkanlah perintah untuk menangkap seluruh pimpinan dengan semua jajarannya, sehingga pada akhirnya dinyatakanlah bahwa Pemerintah RMS yang berada di Belanda sebagai Pemerintah RMS dalam pengasingan Dengan bekal dokumentasi dan bukti perjuangan RMS, para pendukung RMS membentuk apa yang disebut Pemerintahan RMS di pengasingan.

Pemerintah Belanda mendukung kemerdekaan RMS, Namun di tahun 1978 terjadi peristiwa Wassenaar, dimana beberapa elemen pemerintahan RMS melakukan serangan kepada Pemerintah Belanda sebagai protes terhadap kebijakan Pemerintah Belanda. Oleh Press di Belanda dikatakanlah peristiwa itu sebagai teror yang dilakukan para aktifis RMS di Belanda. Ada yang mengatakan serangan ini disebabkan karena pemerintah Belanda menarik dukungan mereka terhadap RMS. Ada lagi yang menyatakan serangan teror ini dilakukan karena pendukung RMS frustasi, karena Belanda tidak dengan sepenuh hati memberikan dukungan sejak mula. Di antara kegiatan yang di lansir Press Belanda sabagai teror, adalah ketika di tahun 1978 kelompok RMS menyandera 70 warga sipil di gedung pemerintah Belanda di Assen-Wassenaar.

Selama tahun 70an, teror seperti ini dilakukan juga oleh beberapa kelompok sempalan RMS, seperti kelompok Komando Bunuh Diri Maluku Selatan yang dipercaya merupakan nama lain (atau setidaknya sekutu dekat) Pemuda Maluku Selatan Merdeka. Kelompok ini merebut sebuah kereta api dan menyandera 38 penumpangnya di tahun 1975. Ada juga kelompok sempalan yang tidak dikenal yang pada tahun 1977 menyandera 100 orang di sebuah sekolah dan di saat yang sama juga menyandera 50 orang di sebuah kereta api.
Publisher: Unknown - 00.04
, , , , , , , , ,

Gerakan Perjuangan, Indonesia Akan Bubar Pecah Belah

Bendera Gerakan Perjuangan,  Indonesia Akan Bubar

Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. Beragam reaksi dan tanggapan muncul ketika wacana tentang masa depan Indonesia, yang juga dijadikan judul buku oleh Djuyoto Suntani, itu muncul dalam acara Dialog Kebangsaan berjudul Indonesia: Kemarin, Kini dan Esok sekaligus peluncuran buku tersebut. Komentar bernada pesimis, optimis, hingga rasa tidak percaya silih berganti diberikan oleh berbagai pihak. Mungkinkah Indonesia benar-benar akan ‘pecah’ pada tahun 2015?

Djuyoto Suntani, sang penulis buku, menyatakan dalam bukunya paling tidak ada tujuh faktor utama yang akan menyebabkan Indonesia “pecah” menjadi 17 kepingan negeri-negeri kecil di tahun 2015. Kepingan negeri-negeri kecil itu sendiri menurutnya didirikan berdasarkan atas:
1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis),
2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama).
Penyebab pertama = Siklus tujuh abad atau 70 tahun. 
Dalam bukunya ia menuliskan : “Seperti kita ketahui, semua yang terjadi di alam ini mengikuti suatu siklus tertentu. Eksistensi suatu bangsa dan negara juga termasuk dalam suatu siklus yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum alam. Dia mengambil contoh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70″.

Penyebab Kedua = Hilangnya Figur Tokoh Pemersatu
Dia pun menyatakan : “Selama ini saya selalu optimis, tapi melihat perkembangan di lapangan, apa yang terjadi pada sesama anak bangsa, sungguh mengenaskan. Irama perpolitikan nasional dewasa ini mengisyaratkan hitungan siklus bersatu dan bubar dalam tujuh abad, 70 tahun tampaknya kembali terulang. Berbagai fenomena alam yang menguat ke arah bukti kebenaran siklus sudah banyak kita saksikan. Pertengkaran sesama anak bangsa, terutama elite politik, tidak kunjung selesai, tulis Djuyoto. Penyebab kedua, Indonesia telah kehilangan figur pemersatu bangsa. Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat, paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada kepentingan bangsa (rakyat) secara luas. Kehilangan figur tokoh pemersatu adalah ancaman paling signifikan yang membawa negeri ini ke jurang perpecahan”. Katanya tegas.

Penyebab Ketiga = Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di suatu negara.
Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.
Penyebab Keempat = Adanya Konspirasi Global Tingkat Tinggi
Salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya. Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.
Penyebab kelima = Karena faktor nama.
Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas nama Indonesia sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan, pesan Djuyoto. Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.
Nama Jakarta, Djuyoto mengungkapkan, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.
Penyebab terakhir = gonjang ganjing pemilihan Presiden tahun 2014.
Dia menyatakan dalam Pilpres 2009 bisa saja sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri tapi gejolak massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung lagi pada Pilpres 2014. Pilpres 2014 adalah puncak ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Menurut Djuyoto dari informasi yang ia peroleh di seluruh penjuru Tanah-Air, indikasi karena gengsi kalah bersaing dalam Pilpres Indonesia lantas mengambil keputusan radikal dengan mendeklarasikan negara baru bukanlah sekedar omong kosong tapi akan terbukti. Pergolakan alam negeri ini seperti gunung es yang tampak tenang di permukaan namun setiap saat pasti meletus dengan dashyat.
Djuyoto Suntani menjelaskan, pada Pilpres 2014 bakal bermunculan figur dari berbagai daerah yang mulai berani bertarung memperebutkan kursi RI-1 untuk bersaing dengan tokoh nasional di Jakarta. Para tokoh daerah sudah dibekali modal setara dengan para tokoh nasional di Jakarta. Jika mereka kalah dalam Pilpres 2014, karena desakan massa pendukung, opsi lain adalah mendirikan negara baru, melepaskan diri dari Jakarta. Gonjang ganjing Indonesia sebagai bangsa akan mencapai titik didih terpanas pada Pilpres 2014. Jika kita tidak mampu mengendalikan keutuhan negeri ini, tahun 2015 Indonesia benar-benar pecah. Para Capres Indonesia 2014 yang gagal ramai-ramai akan pulang kampung untuk mendeklarasikan negara baru. Mereka merasa punya kemampuan, punya harga diri, punya uang, punya jaringan dan punya massa/rakyat pendukung. Perubahan dan pergolakan politik nasional pada tahun 2014 diperkirakan bisa lebih dashyat karena tidak ada lagi figur tokoh pemersatu yang dihormati dan diterima oleh seluruh bangsa.

ke 18 negara itu antara lain.

1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh


2.Sumatra Utara : Medan


Beberapa akademisi yang didominasi dari Universitas Sumatera Utara (USU) menyusun strategi memerdekakan Sumatera Utara dari NKRI. Dalam waktu dekat materi gugatan itu akan diajukan ke Mahkamah Internasional.
Prof M Arif Nasution, salah satu penggagas Sumut Merdeka menegaskan pihaknya tidak main-main dalam rencana itu.

3.Sumatra Selatan : Lampung

4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura
18. Negara Riau Merdeka

19. Bali Merdeka

1351927232356641493
Bendera Negara Ratna Bumi Banten/Bali

 Negara Islam Indonesia
 
Organisasi Papua Merdeka

Republik Maluku Selatan




Gerakan Separatis Sulawesi

Gerakan Pemberontakan Aceh 1953

Gerakan Separatis Sulawesi 1959

Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI)

Bendera Kemerdekaan Jawa Barat 1949

Republik Maluku Selatan 2011
 
Flores Merdeka
 
  
Sabah, atau North Borneo  British pada 31 Ogos 1963.
Publisher: Unknown - 02.15