Support From West Melanesia Independence For Free West Papua, Maluku, and Flores. Diberdayakan oleh Blogger.
Hai, Anak Muda Melanesia Barat, Membaca & Menulislah ! " Jika umurmu Tak Sepanjang Umur Bumi, Sambunglah Dengan Tulisan " !
Tampilkan postingan dengan label the South Moluccan Republic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label the South Moluccan Republic. Tampilkan semua postingan

, , , ,

Huishoudelijke Mededelingen

Selamat datang di Melanesia Barat ! Melanesia adalah tempat khusus di Pasifik yang memiliki sesuatu untuk semua orang. Kaya akan sumber daya dan dengan banyaknya orang yang kaya dan beragam budaya, adat istiadat, ritual, mitos dan legenda, negara-negara Melanesia yang layak dikunjungi.

 
De volgende richtlijnen zijn opgesteld om het posten en reageren op posts ordelijk en overzichtelijk te houden.
  1. Posts die niets te maken hebben met onze perdjuangan, worden verwijderd. Blijf on-topic.
  2. Reacties die niets te maken hebben met het onderwerp, worden direct verwijderd. Ook hier geldt, blijf on-topic.
  3. Dubbele postings zijn niet toegestaan. Meerdere posts over hetzelfde onderwerp zijn niet nodig en worden eveneens verwijderd.
  4. Foto's worden na enige tijd verborgen. Uw foto blijft dus gewoon zichtbaar via de Foto's tab.
Verder wat algemene opmerkingen:
  • Grof taalgebruik is niet toegestaan.
  • De een hoeft het niet eens te zijn met de ander; wel verwachten wij van een ieder wederzijds respect.
  • Het maken van reclame is verboden, tenzij toegestaan door de beheerders. Indien u een flyer van uw kumpulan op het prikbord wilt behouden, overleg met de beheerders.
  • Zorg voor leesbare berichten. Let dus op spelling en grammatica.
Mochten er klachten, op- en of aanmerkingen zijn, neem dan contact op met een van de beheerders. Wij zijn geen oppasmoeders: ben je het oneens met iemand, kun je de desbetreffende persoon ook zelf een PB sturen.

Met nationale groet,

Mena Muria!

Webcrew P.R.M.S.
Publisher: MELANESIA POST - 14.22
, , , , , , , , , , ,

"PERJUANGAN KITA ADALAH PERJUANGAN KEBENARAN dan KEADILAN"

"PERJUANGAN KITA ADALAH PERJUANGAN KEBENARAN dan KEADILAN"

Bukan kekuatan atau senjata yang menjadi andalan kita untuk berjuang, melainkan
kebenaran dan keadilan sehubungan dengan semua ketentuan hukum international
dan peraturan perundang undangan PBB itulah, yang kita andalkan sebagai motifasi
perjuangan kita. Kita tidak perlu bermotifasi kepada senjata seperti IRAN dengan 150 000 roketnya menghancurkan Israel, dan pada akhirnya dialah yang sendiri hancur brantakan.

Ingatlah bahwa, senjata itu alat penipuan dan kejahatan dalam memutarbalikan kebenaran dan keadilan diatas ketentuan hukum international dan peraturan perundang undangan PBB. Untuk itu, beta berpesan kepada seluruh Rakyat dan Bangsaku Republik Maluku Selatan dan juga semua basudara bangsa Papua Barat, Flobamora (Flores)
dan juga saudara saudara di Atjeh Merdeka (GAM) jangan gentar tetapi berjuang terus. Undure undure, kata jangan undure, apa datang dari muka, kata jangan undure. Ini adalah palsafah dan semboyan leluhur kita dalam membela dan mempertahankan territorial integritasnya.

Kita dilihat seakan lemah dan tak berdaya, tapi itu bukan penilaian Tuhan. Manusia boleh saja menilai, tapi Tuhanlah yang menentukan siapa benar dan siapa yang salah.

NKRI - RMS - PAPUA BARAT, FLOBAMORA dan ATJEH
Siapa yang memperjuangkan negaranya dengan jalan bersenjata, kekerasan (kekuatan)penindasan, intimidasi, penipuan, peperangan serta kejahatan perang? Tidak mematuhi ketentuan hukum international malah bertindak secara kriminal international dan melawan semua ketapan hukum? NKRI - RMS - PAPUA BARAT-FLOBAMORA atau Atjeh? Bacalah www.ambon.com massage 57387, 57382, 57338 dan 57347 saksikanlah videonya.

Kepada semua anak anak muda generasi penerus, jangan bimbang dan ragu, perjuangakanlah terus hak bangsa dan negaramu dari penjajah bodoh dan serakah NKRI. Karena secara juridis international, NKRI bukanlah negara merdeka dan berdaulat mutlak, melainkan sebaliknya yaitu, palsu dan ilegal. Itu ketentuan hukum international dan pasti. Untuk itu, kibarkanlah selalu panji kebenaran dan keadilanmu untuk dimaklumi semua orang dari segala bangsa didunia ini.

Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria"



From: surya pelasuka
To: "ambon@yahoogroups.com"
Sent: Friday, August 24, 2012 11:33 AM
Subject: Flobamora-Maluku-West-Papua-Melanesia satu dara !!!


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Kepada semua generasi penerus, Semangat Perjuangan Bangsa (RMS) tetap dan terus ditingkatkan. Kita tidak boleh takut, karena kita bukan yang bersalah, melainkan mereka (Belanda dan NKRI) itulah yang harus menjadi takut karena merekalah yang bersalah, sehubungan dengan hasil2 RTC dan Rancangan KONSTITUSI RIS 1949. Baca Tex Proklamasi RMS 25 april 1950 di Ambon. Dan itulah yang menjadi landasan perjuangan dan hak kita.

Sukarno dan Hatta tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, karena mereka tidak mendapatkan MANDAT atau kekuasaan dari bangsa2 yang diberi nama INDONESIA. Tidak ada satu lembaga REPRASENTATIEV sebagai perwakilan bangsa2 INDONESIA yang memberikan kekuasaan kepada SUKARNO HATTA untuk memproklamsikan kemerdekaan bangsa bangsa yang atasnya nama Indonesia disebut. Untuk itu, Indonesia layaklah disebut sebagai negara palsu dan ilegal. Dari BPPKRMS dan terimalah salam kebangsaan kami "Mena Muria"


Dan inilah sumber Link tesebut agar apa yang saya deskripsikan ini real ada dan tidak kami buat-buat.
Publisher: Unknown - 10.28
, , , , , , ,

Pemerintah Belanda dan RI berusaha melumpuhkan RMS melalui HAKIM Belanda



Pertemuan Penerangan Penting 5 Nopember 2011

Pemerintah Belanda dan RI berusaha melumpuhkan RMS melalui HAKIM Belanda



Proklamasi Kemerdekaan
Lambang Negara
Bendera Maluku Selatan
Lagu Kebangsaan Maluku Selatan
60 tahun tida kebebasan dan pendjadjahan


Proklamasi kemerdekaan Maluku Selatan


Memenuhi kemauan jang sungguh, tuntutan dan desakan rakjat Maluku Selatan, maka dengan ini kami proklamir KEMERDEKAAN MALUKU SELATAN, defakto de jure, jang berbentuk Republik, lepas dari pada segala perhubungan ketatanegaraan Negara Indonesia Timur dan R.I.S., beralasan N.I.T. sudah tida sanggup mempertahankan kedudukannja sebagai Negara Bahagian selaras dengan peraturan2 Mutamar Denpasar jang masih sjah berlaku, djuga sesuai dengan keputusan Dewan Maluku Selatan tertanggal 11 Maret 1947, sedang R.I.S. sudah bertindak bertentangan dengan keputusan2 K.M.B. dan Undang2 Dasarnja sendiri.
Ambon, 25 April 1950
Pemerintah Maluku-Selatan
(J.H. MANUHUTU)
(A. WAIRISAL)
Pada tanggal 26 April 1950 proklamasi diumumkan kepada ‘Nederlandse Hoge Commissaris’ di Djakarta  melalui telegraf. Terdjemahannja ditjatat dalam ‘Nota omtrent de ontwikkeling in Indonesië’, jang pemerintah Belanda serahkan kepada ‘Tweede Kamer Staten –Generaal’ pada tanggal 23 Mei 1950.

Lambang Negara

 
Lambang negara jang resmi dari Republik Maluku Selatan ditentukan pada tanggal 9 Mei 1950 atas perintah pemerintah RMS. Maka lambang ini mempertundjukkan seekor Pombo jang mau terbang dengan sajap terbuka setengah lagipun tangkai damai dalam paruhnja. Dadanja diradjah dengan Parang, Salawaku dan Tombak.
Burung Pombo mempunjai peranan penting dalam sedjarah Maluku Selatan. Menurut salah satu hikajat Maluku Selatan maka pada suatu waktu pedjuang Maluku Selatan jang termasjhur jang bernama ‘Kapitang Jongker’ serta isterinja terbalik mendjadi dua ekor Pombo putih lalu terbang pulang dari Jacatra di Jawa ke Maluku Selatan. Sampai saat ini muntjulnja dua ekor Pombo putih jang terbang dianggap seakan tanda jang beruntung.

Bendera Maluku Selatan
Bendera Republik Maluku Selatan melambangkan negara dan persatuan rakjat. Ampat tjorak biru, putih, hidjau dan merah itu tida dipilih sembarang. Melainkan: tiap warna mempunjai arti tersendiri:

Biru
Warna biru melambangkan laut Maluku Selatan jang penuh dengan kekajaan alam seperti diantara lain ikan, mutiara, teripang dan rumput laut. Hasil laut merupakan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari di Maluku Selatan. Warna biru djuga melambangkan kesetiaan anak-anak Maluku kepada tanah-air mereka.

Putih
Warna Putih melambangkan kebersihan dan kesutjian perdjuangan Maluku Selatan lagipun damai dan sedjahtera jang didjundjung. Putih adanja pantai-pantai di Maluku Selatan dimana ombak menderu terus-menerus.

Hidjau
Warna hidjau melambangkan kesuburan kepulauan Maluku Selatan dimana diantara lain ada pohon sagu, kelapa, pala dan tjengkeh.

Merah
Warna merah melambangkan darah Maluku Selatan jang sudah tertumpah dalam perdjuangan melawan kaum pendjadjah dari luar. Warna merah merupakan “Asa” jang berdasaran segala sesuatu jang hidup. Begitupun anak Maluku selatan terkenal dengan “kain berang”, kain merah jang dipakai sebagai ikat kepala, leher atau tangan. Warna ini melambangan keberanian anak Maluku Selatan.

Ukuran bendera 2 banding 3, dibagi dalam ampat tjorak jang terbentuk sematjam berikut: sepersembilan biru, sepersembilan putih, sepersembilan hidjau dan anampersembilan merah.

Lagu Kebangsaan : Maluku Tanah Airku
Maluku Tanah Airku
Tanah tumpah darahku
Ku berbakti kepadamu
Selama hari hidupku
Engkaulah Pusaka Raja
Jang leluhur dan teguh
Aku djundjung selamanja
Hingga sampai adjalku
Aku ingat terlebih
Sedjarahmu jang pedih
Maluku Tanah Airku
Tanah datuk datukku
Atas Via Dolorosa
Engkau hidup merdeka
Putra putri jang se djati
Tumpah darah bagimu
Ku bersumpah trus berbakti
Serta tanggung nasibmu
Aku lindung terlebih
Sedjarahmu jang pedih
Mena Muria printah leluhur
Segnap djiwaku seru
Bersegralah membelamu
Sepri laskar jang djudjur
Dengan prisai dan imanku
Bahkan harap jang teguh
Ku berkurban dan berasa
Karna dikau ibuku
Ku doakan terlebih
Mena Muria hiduplah
Musik:
» Download
Midifile:
» Download


60 tahun tida kebebasan dan pendjadjahan

Perdjuangan kemerdekaan Republik Maluku Selatan memulai dengan proklamasi tertanggal 25 April 1950 maka sampai saat ini perdjuangan berlangsung terus. Selama 6 dasawarsa jang baru lampau maka si pendjadjah Republik Indonesia menduduki dan merampas Maluku Selatan dengan maksud Maluku tinggal meskin sonder ada perkembangan apapun. Meskipun Indonesia memberikan kesan seolah-olah sebagai negara hukum jang sopan dan demokratis padahal ternjata bahwa tida ada demokrasi sama sekali. Sjarat jang terpenting untuk negara hukum jang demokratis jaitu hak mengungkapkan pendapat. Dinegara Indonesia belum ada kebebasan mengeluarkan pendapat sama sekali.

Anak-anak Maluku jang sedjati jang berani menjatakan bahwa mereka pendukung RMS pasti dihukum. Mereka itu serta keluarganja dibikin susah dalam kehidupan bermasjarakatan. Barang sapa jang berani mengeluarkan pendapat dihukum berat oleh hakim-hakim jang berat sebelah dan tida adil.

Neokolonialism

Dasawarsa-dasawarsa jang baru lampau Indonesia diketahui sebagai negara dimana rezim kajakan diri sendiri dengan memakai berbagai alat-alat seperti terutama tentara untuk mempertahankan kekuasaan dari pemerintah pusat di Djakarta.

Tanah Maluku bertahun-tahun dirampas oleh pendjadjahan baru ini. Kekajaan alam ditanah Maluku dirampas, seperti kekajaan laut didjual kepada perusahaan-perusahaan luar negri. Begitupun dihutan rimba tropis diadakan penebangan kaju besar-besaran dengan akibat pengikisan tanah. Dengan perkembangan begini banjak kali terdjadi tanah-tanah longsor.

Bahagian besar dari bangsa Maluku hidup dalam kemiskinan. Untuk tjari makan maka banjak kali orang terpaksa mendjual tanah-tanah pusaka jang sudah beratus-ratus tahun milik mata-rumah mereka kepada orang dagang. Sajang sebalik sajang banjak dari mereka itu tida ada pekerdjaan lain djadi dalam masa depan mereka itu tida punja pendapatan sama sekali.

Memang tida gampang boleh memakai istilah ‘genosida etnis’ sebagai tuduhan akan tetapi rupanja pembidjaksanaan transmigrasi jang sudah bertahun-tahun dilakukan di Maluku dipakai dengan maksud membinasa adat-isti adat Maluku di Maluku. Oleh karena kekurangan kesempatan kerdja setempat anak-anak Maluku jang telah thabiskan pendidikan tinggi terpaksa mentjari kerdja diluar Maluku. Pernjataan jang lain itulah bahwa lama kelamahan budaja korupsi dianggap seperti barang biasa didalam kehidupan sehari-hari ditengah masjarakat Maluku.

Titik jang terburuk

Titik jang terburuk ditjapaikan di Maluku pada tahun 1999 waktu pitjah perang jang digelar ‘Kerusuhan’. Dalam pertentangan jang ditjipta oleh pemerintah pusat di Djakarta maka kaum Moslim dan kaum Serani bakuperang mati-matian selama hampir 4 tahun. Rupanja medan gaja lengkap dari penguasa-penguasa di Djakarta serta pengikut-pengikutnja berkelahi pertempuran mereka ditanah Maluku. Golongan-golongan politik serta pemimpin-pemimpin mereka jang korup, teristimewa Golkar, para pengikut bekas kepala negara Suharto, djenderal Wiranto serta sisanja elite militer, fundamentalis Moslim dan seterusnja.

Penilaian dan Orientasi kembali

Akan tetapi djuga ada akibat-akibat jang beruntung oleh karena waktu kerusuhan ditengah-tengah orang-orang Maluku diadakan penilian dan orientasi kembali dari adat-isti adat dan budaja Maluku. Baru pada saat itu orang Maluku menjadari kepentingan dan kekuatan daripada adat-isti adat dan kebudajaan Maluku. Pada waktu itu banjak negri mau bikin adat kembali. Begitupun diadakan penilaian kembali dari tjita-tjita Republik Maluku Selatan.

Pada saat ini ternjata pula bahwa seandainja kalau orang-orang Maluku di Maluku mengeluarkan pendapat mereka maka mereka ditahan, dianiaja dan disiksa serta dihukum pendjara bertahun-tahun. Hanja oleh karena mereka berani mengeluarkan pendapat mereka atas dasar hak-hak asasi manusia sebagai pendukung Republik Maluku Selatan jang merdeka dan berdaulat.

Tida ada seorang jang boleh membiarkan perdjuangan kemerdekaan RMS diperkosa sonder berbuat barang sesuatu.  Perdjuangan RMS merupakan perdjuangan jang sjah dan sutji, jang harus diakui dan didukung oleh dunia internasional jang bebas dan demokratis.
Publisher: Unknown - 10.27
, , , ,

Inilah Kenapa Konflik di Maluku Selalu Terjadi

Inilah Kenapa Konflik di Maluku Selalu Terjadi

Konflik Ambon (MALUKU)
Melalui Media yang ada tentunya kita sering mendengar seakan-akan konflik di Ambon tidak pernah sepi. Konflik yang muncul sering sekali ditutup-tutupi oleh berbagai media yang ada karena ada unsur intervensi Pemerintah. Kerusuhan di Ambon beberapa hari ini yang dikabarkan menewaskan 10 orang sesungguhnya tak lepas dari unsur Sara, yang memang disengaja oleh kaum Nasrani untuk menciptakan konflik. Konflik yang selalu muncul di maluku tak lepas dari masalah SARA, inilah yang tidak pernah diungkapkan secara transparant oleh Pemerintah. Kenapa selalu saja terus terjadi Konflik seakan-akan Ambon atau Maluku tidak pernah sepi dari pemberitaan yang ada. Melalui Artikel ini dari RMS dan Teroris 1 sampai ke-4 tentunya kita bisa menganalisa dengan baik apa yang sesungguhnya terjadi. Dan sajian dibaah ini sudah tidak ada perdebatan lagi karena bukti-bukti kuat dan akurat yang dijudul-judul sebelumnya telah saya deskripsikan dengan detail.
Ini semua tidak lain dan tidak bukan karena Keberadaan RMS itu sendiri, Melalui Khotbah-khotbahnya di Gereja para Pastur dan Romo menghasut umatnya (Nasrani) dan didoktrin untuk membenci Umat Islam. Kesepakatan damai yang sudah ditanda tangani bersama beberapa tahun yang lalu oleh kaum Nasrani dianggap hanyalah sekedar Kamuflase saja, untuk menyatukan sikap dan kekuatan baik itu senjata yang dikirim dari barat dan Logistik lainnya apabila terjadi konflik yang lebih besar lagi mereka sudah mempunyai Persenjataan dan amunisi yang bisa digunakan dalam Peperangan yang lama. Karena mereka lebih siap dibandingkan dengan Umat Islam di Ambon.

Mereka kaum Nasrani dengan doktrinya yang sudah mengakar dalam hati membenci umat Muslim, dengan sengaja menciptakan konflik-konflik baru yang akan mereka kembangkan agar masalah yang tadinya sepele bisa menjadi besar. Dalam kehidupan bermasyarakat tidak akan mungkin kalo tidak terjadi masalah orang berumah tangga saja pasti selalu terjadi permaslahan ataupun konflik. Nah konflik-konflik semacam inilah yang sebenarnya mereka harapkan terjadi agar ada alasan yang kuat kalo timbul Perdebatan ada alasannya. Sepeti masalah-masalah kecil tidak pernah mereka diskusikan secara baik-baik, mereka kaum Nasrani langsung saja main kekuatan tidak hanya dengan batu tetapi juga dengan senjata dan inilah yang sengaja mereka ciptakan agar ada alsan yang kuat kalo mereka bertindak berringas. Karena mereka ingin melenyapkan Umat Islam dari Ambon. Begitu juga dengan Kristenisasi yang terjadi di daerah Jawa, seandainya kaum Nasrani di jawa ini sudah menjadi besar maka jangan heran kalo akhirnya ada Pembantaian terhadap umat Muslim. Seperti kita ketahui bersama bahwa penciptaan Krestenisasi di jawa ini akan menciptkan sebuah Blog desa atau kantong-kantong perkampungan Kristen, sebagai visualisasi semisal Desa A yang tadinya Mayoritas Muslim sdh menjadi Nasrani.


Dengan adanya Blog-blog ato kantong-kantong seperti itulah nantinya mereka bisa dengan mudah mengenali musuh-musuhnya untuk bisa mereka bantai. Walaopun di dalam Blog A tadi ada Muslimnya yang secara nyata Mayoritas adalah Nasrani dan sudah mereka kenal dengan baik, tidak peduli tetap saja dibantai. Penciptaan Blog-blog semacam ini sangat jelas dan mirip apa yang ada di Ambon atau Maluku dan juga di poso, yang tentunya telah mereka lakukan beberapa tahun yang lalu dalam menghabisi Umat Muslim.
Mereka kaum nasrani tentunya lebih siap dan terorganisir dengan baik antar desa-satu dengan desa yang lainnya. Begitu ada kejadian secara kompak langsung saja berbuat apa yang telah mereka pelajari dan doktrinkan. Sedangkan Kaum Muslim tidak menyangka-nyangka dan tentu saja tidak siap kalo akan terjadi hal yang demikian atau serangan secara seporadis. Cara-cara licik demikianlah yang selalu dicari dan menjadi kesempatan Kaum Nasrani untuk bisa membunuh bahkan membantai umat Islam di sana.

Yang menjadi pertanyaan sekarang kenapa mereka kaum Nasrani dalam melakukan aksi tersebut tidak langsung memakai senjata-senjata otomatisnya? Tentu saja mereka sudah diajarai hal yang demikian, sesuatu diawali dari hal yang terkecil dulu mulai dari batu, sajam, senjata rakitan kalo kejadiannya sudah dianggap sangat mengkuatirkan baru senjata-senjata otomatis yang mereka simpan dengan segera akan mereka bagikan. Taktik seperti itu mereka lakukan agar tidak mudah diendus oleh Aparat Keamanan. Kalo Aparat kita benar-benar mempunyai Intelejen yang objektif dan profesional seharusnya kejadian-kejadian seperti itu sudah dapat diketahui. Atau bahkan sudah tau tapi tetap saja membiarkan agar kaum Nasrani bisa dengan mudahnya untuk membunuh Umat Islam.

Kenapa Kaum Nasrani tidak melakukan hal yang demikian ini terutama di P. Jawa?? seperti yang telah saya uraiakan sebelumnya bahwa mereka belum bisa menjadi besar di Pulau jawa ini, hanya gerakan-gerakan Diplomasi dan kristenisasi serta dengan kedok melakukan acara-acara membantu masyrakat yang tidak mampu dsb. Kelak Kalo Mereka sudah menjadi Besar Blog-blognya tentu juga akan dijadikan Ambon dan Poso keduanya. Secara Riel siapa sesungguhnya Yang Teroris umat Islam atau Kalian Umat Nasrani?? Kalo kami mau menggunakan emosi tentunya ada istilah. Memilih mana kita uamat islam menunggu dibantai atau membantai dahulu. Kenapa kita yang mayoritas Islam ini tidak mau melakukan hal yang demikian? Itulah indahnya Islam tidak pernah berbuat Aniyaya kepada Minoritas, dan lihat saja ketika Bapak Jokowi menjadi Bupati di solo, beliau sangat peduli kepada kaum minoritas disana. Walo secara Riel dan nyata di dalam hati kalian terbesik rasa benci dan sinis terhadap umat Islam.

Rasa benci yang diajarkan dalam Gereja terhadap Umat Muslim merupakan doktrin yang dibawa oleh Misionaris-misionaris dari Barat terutama Amerika dan Israel. Para Misionaris-misionaris lokalpun kemudian juga dididk di barat sehingga doktrin kebencian terhadap umat Muslim selalu melekat di hati kalian. Ini salah  satu bukti nyata ketika Pembantaian Umat Muslim Tahun 1999 bergejolak, para kaum nasarani yang dikendalikan oleh RMS (Republik Maluku Sarani) selalu meagung-agungkan Israel baik itu berupa yel-yel, maskot dsb. Padahal yang menjadi keusukupan Agung dibawah kepemimpinan Paus Paulus berada di Italia, tetapi Kenapa Israel yang sesunguhnya menjadi Kiblat kalian (Nasrani). Bahkan Video-video dan artikel yang bertebaran di Internet juga menyebutkan secara gamblang bahwa Israel yang menjadi kiblat baik itu pengajarannya dan doktrin-doktrinnya dsb. Maka sangatlah benar kalo kalian kaum Nasrani ini benar-benar membenci Islam. Dan cara-cara diplomasi kalian sungguh sangat apik dan menarik ketika anda begitu piawainya memutar balikan Fakta dan kendali yang ada.

Bahkan kesengsaran Rakyat Indonesia yang kalian ciptakan di negeri ini, tentu saja melalui para biokrat-biokrat yang notabene beragama Islam (untuk lebih jls dan menyingkat waktu silakan baca di dalam blog jogjakartaheart ini), agar Politik Kristenisasi yang kalian lakukan bisa berjalan lancar dan mulus). Bahkan isu ini oleh RMS didalam situs-situsnya selalu diputar balikan bahwa kesengsaran yang dialami oleh masyarakat Indonesia ini disebabkan oleh Pemerintahan yang kebanyakan dijabat oleh mayoritas adalah Islam (yang sesungguhnya dikendalikan oleh Amerika dan Israel beserta sekutu-sukutunya). Isu-isu ini senagaja mereka hembuskan dan digelorakan baik itu melalui dakwah-dakwahnya di dalam Gereja dan tempat-temapat lain yang setrategis untuk menarik simpati umat Nasrani tidak hanya di AMBON atau MALUKU tetapi juga di PAPUA. Budaya Suap menyuap, kongkalikong, korupsi dsb sesungguhnya ajaran dari Negara-negara barat untuk melancarkan maksud dan tujuannya, kalo hal-hal tadi tidak bisa mereka lakukan baru terakhir adalah wanita. Dilain waktu dan hari untuk membahas masalah ini.

Umat Islam harus bisa bersatu dan merapatkan barisan, jangan mudah terprovokasi dengan cara-cara diplomasi dan tipu muslihat mereka. Kita jangan mau tuk menyebut sesama saudara seiman adalah terorist dsb karena sesungguhnya umat Islam itu tidak melakukan hal yang demikian. Justru ini mereka ciptakan untuk memecah belah umat Islam itu sendiri dengan cara-cara diplomasi mereka yang handal. Bahkan kebencian Malaysia terhadap Indonesia juga tak lepas dari ulah Amerika dan Israel serta Inggris untuk lebih jelasnya silakan klik disini.

Bersambung
Publisher: Unknown - 09.17
, , , , ,

RMS dan Terorist

RMS dan Terorist

RMS MALUKUArtikel ini ada relevansinya dengan artikel saya sebelumnya bahwa dunia barat terutama Amerika dan Israel selalu bermain di negeri ini agar Wilayah Kesatuan Republik Indoneisia ini bercerai berai. Dengan Uangnya yang mereka raup di negeri ini mereka sogokan atau kongkalikongkan dgn Aparat Penegak Hukum dan Pemerintahan kita yang rata-rata telah gelap mata dgn UANG. Mereka sdh tak berfikir dgn jernih lagi bahwa duit yg disogokan itu seungguhnya adalah duit dari kita. Para aparat keamana dan pemerintahan kita lupa bahwa apa yang mereka lakukan kelak juga sesungguhnya akan mencelakakan Anak Cucunya sendiri.



Kerusuhan yang selalu terjadi di negeri ini baik itu dilakukan oleh warga dengan warga atau aparat dengan warga sudah diseting sedemikian rupa agar gejolak atau kerusuhan tersebut timbul dari permasalahan-permasalahan yang biasa. Karena cara pandang masyarakat kita yang mudah terprovokasi dengan hal-hal yang sepele dan temprament yg mudah begitu saja timbul. Inilah yang di harapkan oleh mereka dengan keadaan mental masyarakat kita yang kebanyakan siqisnya demikian sehingga mudah untuk di provokasi. Kondisi masyaakat kita yang dibuat menderita oleh Pemeintahan yang sedang berkuasa menjadikan konflik mudah tersulut, rakyat hanya dijadikan kuli di negerinya sendiri sedangkan warga negara pendatang yang nenek moyangnya tidak pernah ikut berjuang dlm Kemerdekaan di negeri ini dengan bebas berinvestasi akan kekayaan alam tanpa ada pengetatan Regulasinya. Karena ini sesungguhnya sudah sangat jelas melanggar UUD 45 dan hal-hal yang bisa terjadinya timbul atau menyalahgunakan kekuasaanya beberap bulan kemarin sudah di bubarkan oleh Mahkamah Konstitusi, akan tetapi entah oleh Penguasa Pemerintahan sekarang ini kemudian diganti baju???

Dengan segudang argumentasi bahwa kita butuh pengurangan pengangguran, agar masyarakat kita bisa bekerja. Inilah hal yang teramat bodoh yang dilakukan oleh Pemerintahan dari jaman Soeharto sampai yang sekarang berkuasa. Justru inilah yang akan membuat rakyat kita kian sengsara, kenapa kita tidak pernah mendayagunakan penduduk setempat agar bisa menjadi pengusaha-pengusaha yang handal yang bisa mengelola kekayaan Alam di tanah leluhurnya dengan baik. Kenapa kita selalu mengundang Perusahan-perusahan asing? Ya tidak usah dijawab tentu kita semua sudah punya jawabanya. Selain itu pemerintah juga sangat senang untuk selalu membodohi masyaraktnya dalam segala hal. Ini yang kian memperparah kondisi yang ada.

Orang-orang barat dibawah kepemimpinan Amerika dan sekutu-sekutunya selalu meagung-agungkan tentang HAM, Demokrasi, Terorist, dan Nuklir. Tetapi apa yang sesungguhnya yang terjadi, justru mereka sendirilah yang tidak punya konsekuensinya sendiri. Masalah Demokrasi (hal ini belum pernah saya bahas di blog ini) saja justru Amerika tidak menerapkannya secara utuh, warganya yang mengkritik pemerintah langsung mereka tangkap dan diadili apalagi hal yang lainnya. Sedangkan masalah lainnya di blog ini sebelum-sebelumnya sering saya tuliskan. Sedikit menyinggung tentang HAM (walo diblog ini sudah dijelaskan), dimana ketika umat Islam teraniyaya di bantai entah itu yang terjadi di dalam Negeri Indonesia atau di luar negeri tidak ada entah itu lembaga HAM Indonesia atau HAM Dunia yang berteriak lantang. Bahkan Amerika dan sekutu-sekutunyapun tidak mau menyebut Terorist, karena sesungguhnya mereka sendirilah yang terorist sejati. Inilah Politik ampuh mereka dalam mengelabui cara pandang tentang terorist dsb. Untuk Lebih jelasnya silakan baca disini.

Maka tidak heran kalo mereka mau mengelontorkan uangnya di negeri ini dgn berbagai macam taktik dan tehniknya untuk menyikat habis gerakaan-gerakan Islam yang diaggapnya membahayakan. Dan kenapa para biokrat kita yang notabene orang Islam mau-mau saja mengamini setiap apa saja yang dikehendaki Amerika dan sekutu-sekutunya?? Tidak lain dan tidak bukan adalah Uang.

Agar artikel ini sesuai dengan judulnya dan tidak salah persepsi maka dilain hari akan saya uraikan sambungannya, kalo saya deskripsikan secara menyeluruh tentunya akan memakan banyak ruang dan waktu. Mungkin hanya 3-4 bagian saja yang bisa saya uraiakan sebagai sambungannya dari artikel ini. Tujuan saya yang utama hanyalah agar Indonesia yang kita cintai ini selalu Damai tidak mudah dipecah belah dan diadu domba karena ujung-ujungnya kita sendirlah yang akhirnya akan Rugi dan menderita. Semisal dirikita membunuh pasti dilain waktu akan terjadi juga pada keluarga kita atau bahkan diri kita, hanya saja terjadinya soal menunggu waktu saja.
Publisher: Unknown - 09.15
, , , , , , ,

Geng Motor SATUDARAH MALUKU di Belanda

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa ada Geng Motor besar di Belanda yang berasal dari Maluku yang mempunyai peranan di Belanda dan sangat di segani disana.

SATUDARAH MALUKU itu lah yang terpampang di rompi kulit mereka, apakah mereka membawa nama Indonesia… Tidak mereka tidak membawa nama Indonesia.

Mereka lebih sering membawa bendera RMS setiap ada acara di Belanda, di Belanda SATUDARAH sudah sejajar dengan Hels Angels karena mereka sering membuat keributan dan meresahkan warga di belanda (Cuplikan Video saat penangkapan beberapa anggota SATUDARAH di belanda klik disini)

Mereka juga mempunyai website resmi http://www.satudarahmc.nl
Inilah sebagian dari foto-foto yang saya dapat dari situs berita di Belanda.
SATUDARAH mengibarkan bendera RMS
Burn out di tengah jalan
Satu Darah MC
Satu Darah MC
Satu Darah MC
Satu Darah MC
Nah ini Basecampnya
Gimana rekan-rekan dan sahabat semua monggo di tunggu komentarnya…
Lampiran video dan berita-berita satudarah di Belanda
 
Publisher: Unknown - 08.19
, ,

Actie Fonds Perdjuangan RMS


  
Actie Fonds Perdjuangan RMS

De notitie van Dr. Eric de Brabandere “Het Voortbestaan van de Republik Maluku Selatan (RMS) onder het Internationaal Recht” is in het Nederlands en Bahasa Indonesia verkrijgbaar.

De notitie van Dr. Noelle Higgins “Opinion on the status of the RMS” is verkrijgbaar in het Engels en Nederlands.

Deze voor de RMS-strijd belangrijke notities zijn bij het Fonds Perdjuangan RMS te bestellen en kosten € 20,00 per stuk, inclusief verzendkosten. Als u meerdere exemplaren afneemt krijgt u een korting van € 2,50 voor elk extra exemplaar. Om te bestellen, stuurt u een e-mail naar fonds_perdjuangan_rms@yahoo.com.
De RMS-regering heeft ten behoeve van het Hoger Beroep de beide experts op het terrein van het Internationaal Recht gevraagd een wetenschappelijke en juridische notitie te schrijven over de RMS.  Dr. Eric De Brabandere is Universitair Hoofddocent verbonden aan het Grotius Centre for International Studies Universiteit Leiden. Dr. Noelle Higgins is verbonden aan the School of Law and Government van de Dublin City University.

De experts hebben de onderstaande vragen beantwoord:

“Bestaat de RMS als staat anno 2011 nog voort ondanks het feit dat de RMS niet wordt erkend door de internationale gemeenschap?”  en de vraag  “Bestaat de RMS als staat nog voort alhoewel de RMS- regering geen effectief gezag in Maluku kan uitoefenen?”
Beide experts beantwoorden deze vragen positief. Daarnaast trekken de experts belangrijke conclusies. Een aantal daarvan zijn:
  • De RMS is als Staat rechtmatig tot stand gekomen;
  • De RMS is in strijd met de regels van het Internationaal Recht door de Republik Indonesia geannexeerd;
  • De RMS is geen separatistische beweging, maar een Soevereine Staat;
  • De RMS bestaat als Staat anno 2011 nog steeds voort;
  • De RMS regering in ballingschap is de legitieme regering van de RMS.
Publisher: Unknown - 08.09
, , ,

Proclamation of independence the South Moluccan Republic






Proclamation of Independence
Proclamation of Independence
In order to comply with the true wishes, demands and the instigation of the People of the South Moluccas, we hereby proclaim the independence, de facto and de jure, of the South Moluccas as a republic, apart from any political relationship with the state of East Indonesia and the United States of Indonesia, on reason of the fact that the state of East Indonesia is unable to maintain itself as a state in accordance with the regulations of the Denpasar-conference, which is still legally applicable, and in accordance with the Decision of the South Moluccas Council of 11 March 1947, furthermore the Government of the United States of Indonesia has acted in contravention of the RTC agreements and her own constitution.
Ambon, 25th of april 1950
The government of the South-Moluccas
J.H. Manuhutu (President)
A. Wairisal

The proclamation was communicated to the Dutch High Commissioner in Jakarta on April 26 1950 by telegraph. The translation was included in the Memorandum on the development in Indonesia that the Dutch Government submitted to the House of Representatives on May 23 1950.

The coat of arms 
The official coat of arms of the Republik Maluku Selatan, as determined on May 9 1950 by order of the South Moluccan government, shows a ‘Pombo’ (pigeon), which is about to fly, its wings half opened and in its beak a branch of peace. The chest is tattooed with a ‘parang’ (machete), a ’salawaku’ (shield) and a ‘sanukat’(spear).
The dove plays an important role in the South Moluccan history. According to a South Moluccan tale, the famous South Moluccan protagonist ‘kapitan’ Jonker with his wife, at their late age, changed into two white doves and flew back to the South-Moluucas from Jacatra Java. Still when two flying white doves are seen, it is considered a good omen.

The South-Moluccan Flag
The national flag of Republik Maluku Selatan is the symbol of the state and the unity of the people. The four colors; blue, white, green and red are not randomly chosen. The colors have a deeper, symbolic meaning:


Blue

The blue symbolizes the South Moluccan Sea, rich in its fish, pearl, sea cucumber and seaweed. The sea with her rich yield plays an important role in the South Moluccan life. The blue also symbolizes the loyalty of the South Moluccansto their homeland.

White

The white symbolizes the purity of the South Moluccan struggle and the peace that the South Moluccans want to serve. It is the color of the South Moluccan beaches, where the waves restlessly come and go.

Green

The green is the color of the islands, which, among others, house the flourishing sago and coconut palm, and clove and nutmeg trees. Red is the primary color, the ‘Asa’ from which all life sprouted. Well known are the ‘kain berang’, a red cloth worn as a headscarf or worn around the neck or arm. This color symbolizes the bravery of the South Moluccans

The size of the flag is 2 to 3, divided into four bars, which relate as following: 1/9 blue, 1/9 white, 1/9 green, 6/9 red

The South-Moluccan Anthem
Maluku Tanah Airku
Maluku Tanah Airku
Tanah tumpah darahku
Ku berbakti kepadamu
Selama hari hidupku
Engkaulah Pusaka Raja
Jang leluhur dan teguh
Aku djundjung selamanja
Hingga sampai adjalku
Aku ingat terlebih
Sedjarahmu jang pedih
Maluku Tanah Airku
Tanah datuk datukku
Atas Via Dolorosa
Engkau hidup merdeka
Putra putri jang se djati
Tumpah darah bagimu
Ku bersumpah trus berbakti
Serta tanggung nasibmu
Aku lindung terlebih
Sedjarahmu jang pedih
Mena Muria printah leluhur
Segnap djiwaku seru
Bersegralah membelamu
Sepri laskar jang djudjur
Dengan prisai dan imanku
Bahkan harap jang teguh
Ku berkurban dan berasa
Karna dikau ibuku
Ku doakan terlebih
Mena Muria hiduplah
Maluku, my fatherland
My land of origin
Thou I dedicate my strength
As long as I may live
Thou are the great heritage
High above all else
I will always uphold thee
Until my dying day
I will especially commemorate,
Thy harrowing history
Maluku, my fatherland
Land of my ancestors
Through this road of suffering
Thou will reach liberty
Your true sons and daughters
Have sacrificed their blood for thee
I swore to devote myself for thee
And to secure your future
I will particularly safeguard
Thy harrowing history
Mena-Muria, the high command
I call out with all my heart
I run to defend thee
As a honest and sincere army
Armed with shield and faith
And above all, in full confidence
I'll sacrifice and wrestle
Since thou are my mother
Above all I will pray
That Mena-Muria may allways stay
Music notation:
» Download
Midifile:
» Download

60 years of unfreedom and oppression
The independence struggle for the free South Moluccan Republic began with the proclamation of the RMS on April 25th 1950, and continues to this day. Over the past six decades, the Indonesian occupier suppressed, exploited the South-Moluccas and deliberately kept Maluku poor and underdeveloped. Although Indonesia recently wants to line among the decent and democratic states, that democracy is still hard to find. The freedom of speech is the highest good in a democratic state. To date we can not speak of this freedom in Indonesia.

For brave Moluccans who speak out to be RMS supporter, life is made miserable. They and their families are being social-economically banned. Those who dare to express their opinions will still be sentenced to long prison terms by the corrupt and biased judges.

Neo-colonialism

The past decades are characterized by a self-enriching regime that uses all resources, in particular the army, to maintain Jakarta’s centralized stranglehold. For years the Moluccas have been an easy prey to a new form of colonization. The Moluccas are virtually deprived of their natural resources. Fishing grounds are leased to foreign companies. The same applies to the tropical rainforest that is being deforested, with high soil erosion as a result. Therefore it is not surprising that rainfall is leading to landslides.

A largepart of the Moluccan population is living below, or just above the poverty line. In order to keep their heads above water, the population actually was forced off their land, which has been family property for hundreds of years, to sell to speculators. A tragic touch is that it were these lands that provided a part of everyday foods.

It is risky to use terms like ethnic genocide, yet one can not escape the impression that the transmigration policies that have been followed for years, are aimed to greatly reduce the influence of the Moluccans in the Moluccas. Due to the lack of local employment, educated Moluccans are still forced to seek their luck elsewhere in Indonesia. Another finding is that the imposed system of corruption for a lot of people has become the everyday's practice.

The largest tragedy
The most tragic happening for the Moluccas started in 1999 and is called the ‘ Kerusuhan’. In this conflict, that was orchestrated by Jakarta, Muslims and Christians clashed with each other and faced a struggle between life and death that would nearly last 4 years. The complete forcefield of the Jakartan clique and their accomplices carried out a power struggle within the territory of the Moluccas. Political parties and their corrupt leaders, especially the Golkar-party, the clan of the former president Suharto, general Wiranto and the rest of the military elite, the Muslim fundamentalist, and so on. It was clear to everyone that they were involved in the conflict on the Moluccas. To this day, the real culprits remain at large.

Reappraisal and reorientation

There are also positive effects. In particular the Kerusuhan-period led to a reorientation to the Moluccan existence and the Moluccan uniqueness. Old traditions, values and beliefs were appreciated on their cohesive meaning and true value. Aspects of Moluccan identity and culture were rediscovered and carefully used again. The same applied to the reappraisal of the Moluccan political vision of a South Moluccan Republic.
This brings us back to this day. Current events that show Moluccans who use their natural right to freedom of speech are arrested, beaten, tortured and given long prison terms.  Only because they exercise their rights and stand out for their political beliefs upon a legitimate endeavor, a free Republik Maluku Selatan
No one can afford to remain idle in the seek for self-determination of the RMS.
The RMS-struggle is a legitimate and noble strive that deserves the support of whole the free and democratic world.
Publisher: Unknown - 08.00